Posted by: deraju on: Agustus 6, 2009
Hari itu, saya ingat hari pertama saya masuk Sekolah dasar (SD). Sebagai murid baru yang TK nya tidak di sekolah yang sama dengan SD saya, bisa dipastikan saya tidak punya teman. Hari pertama sekolah, mama masih mengantar saya sampai ke kelas. Suasananya ramai, ada yang nangis, ada yang menyikapinya dengan santai, senang, berlari-lari. Pokoknya khas anak SD kelas satu deh.
Saya melihat ke sekeliling ruangan kelas satu. Wali kelas saya bernama Bu Arumi, orangnya seram, sampai-sampai saya ga berani melihatnya. Kemudian saya mencari anak lain dengan maksud berkenalan sekaligus mencari partner tempat duduk. Perasaan saya saat itu pun deg2anluar biasa. Namun tiba-tiba di tengah2 aktivitas saya yang sedang melamun sambil melihat sekeliling ruangan, datang seorang teman yang baik hati mengulurkan tangannya kepada saya.
“Hai, nama ku DESTA,” ujar anak itu. Langsung saja saya sambut uluran tangannya “Nama ku DESI,” Dan dia dengan baiknya langsung menuntun ku ke tempat duduk di dekatnya. “Wah, namanya hampir mirip, DES-ta DES-i,” katanya. Dalam hati saya berpikir alangkah baiknya anak itu, karena cuma dia satu2ny yang menyapa saya duluan.
Perkenalan dengan DESTA saat itu menjadi sangat berkesan bagi si DESI kecil. Dan ternyata perkenalan itu berlanjut ke dalam sebuah persahabatan. Anaknya baik, tidak sombong, Sewaktu kami masih sekolah, DESTA sering mengajak saya bermain ke rumahnya. Mengenalkan saya pada dua orang kakanya DINI dan DENI, juga kepada mama nya yang seorang bidan.
Saya banyak belajar dari anak ini. Entah mengapa, meskipun saya dengan dia sama2 berada dalam satu level kelas, namun tidak jarang sering keluar kata2 bijak dari mulutnya. Kelas satu sampai kelas enam, saya masih menjalin persahabatan dengan dia. Bahkan SMP dan SMA, kam i masih saling bertegur sapa meski tidak se-intens dulu waktu SD.
Dan kini, saat dia mengutarakan niatnya untuk menikah 25 Juli 2009 ini, saya pun senang campur kaget. Kaget karena rasa2nya baru kemarin DESTA kecil mengulurkan tangannya kepada saya untuk berkenalan. Bermain bola bekel bersama, main karet, benteng, jajan mie ayam Pak Jo, main hantu2an, isengin orang2 saat class meeting, huaaaaa, rasanya ga percaya kalau ia akan segera memasuki dunia baru bernama pernikahan.
Untuk sahabat ku DESTA ARGARINI (bukan anggraini lho!, dia suka sebel kalo ada yang nulis anggraini,hehe) SELAMAT YA DES, ku turut seneng. Maaf tak bisa membantu banyak. Terima kasih telah menorehkan kenangan tersendiri buat ku. Yang jelas moment perkenalan 18 tahun yang lalu akan selalu membekas di ingatan. Selamat-selamat-selamat, semoga kalian selalu berbahagia. Amin …
luf u ,,,
Desi
yah kan lo juga ntar lagi nyusul desta,des.kan jadi sama lagi deh
desi,, terharu ngebacanya,, jadi inget sahabat2 jaman dulu,, malu,, karena sudah lama tidak menghubungi mereka ^^
September 1, 2009 pada 3:52 am
wah-wah….
jadi inget waktu kecil dulu…………
pertama masuk SD,
salam kenal.